Jenis Usaha di Bidang Pertanian – Indonesia, sebagai negara kepulauan, dianugerahi tanah yang sangat subur. Kondisi cuaca yang mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman, ditambah dengan kesuburan tanah dan ketersediaan air yang melimpah, mendorong banyak penduduknya untuk berprofesi sebagai petani.

Sektor Pertanian di Indonesia

Sejak ratusan hingga ribuan tahun yang lalu, hasil pertanian dari Indonesia telah dikenal di seluruh dunia. Bahkan, kedatangan bangsa Eropa dari belahan barat rela menempuh perjalanan laut berbulan-bulan demi mencari rempah-rempah yang dihasilkan oleh petani Indonesia.

Kemampuan masyarakat Indonesia dalam mengelola tanah yang subur tidak perlu diragukan lagi. Berdasarkan berbagai catatan kuno, petani Indonesia telah memiliki keahlian dalam membaca tanda-tanda alam, sehingga mereka dapat menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan musim yang ada.

Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, banyak generasi muda yang mulai enggan untuk terjun ke dunia pertanian dengan berbagai alasan. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia beberapa tahun lalu memang berdampak negatif pada banyak sektor usaha.

Namun, di sisi lain, pandemi tersebut juga mendorong banyak anak muda yang kehilangan pekerjaan di kota untuk kembali ke desa dan beralih menjadi petani. Kehadiran petani muda ini tentu menjadi kabar baik bagi perkembangan sektor pertanian di Indonesia.

Jenis Usaha Bidang Pertanian

Selama ini banyak yang belum tahu apa saja model usaha bidang pertanian di Indonesia. Bagi kamu menginginkan tahu apa saja contohnya. Simak penjelasannya di bawah ini

1. Budidaya Tanaman Pangan

Jenis usaha bidang pertanian yang pertama. Budidaya tanaman pangan merupakan kesibukan pertanian yang melibatkan pengolahan dan pengelolaan tanah untuk tujuan memproses tanaman yang sanggup dikonsumsi sebagai bahan pangan manusia. Budidaya tanaman pangan dijalankan dengan tujuan mencukupi kebutuhan pangan manusia secara massal.

Berikut adalah beberapa perihal yang tercakup dalam budidaya tanaman pangan:

  • Memilih varietas tanaman pangan yang pas sesuai dengan suasana iklim, kebutuhan air, dan suasana tanah yang ada di suatu wilayah.
  • Melakukan persiapan lahan yang meliputi pengolahan tanah seperti penggemburan, penggulingan, dan pemupukan sehingga tanah mempunyai suasana yang baik untuk perkembangan tanaman.
  • Penanaman benih atau bibit tanaman pangan dengan metode yang sesuai, seperti penanaman segera di sawah atau melalui pembibitan terutama dahulu.
  • Melakukan pemeliharaan tanaman seperti penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, dan juga pengaturan gulma sehingga tanaman sanggup tumbuh dengan baik dan membuahkan hasil yang optimal.
  • Melakukan pemanenan terhadap kala tanaman sudah meraih kematangan atau ukuran yang sesuai untuk dikonsumsi. Pemanenan dijalankan dengan tehnik yang pas sehingga mutu hasil panen selalu terjaga.
  • Setelah panen, tanaman pangan sanggup disimpan dalam suasana yang baik untuk melindungi kualitasnya sebelum akan dijual atau dikonsumsi.
  • Selanjutnya, produk tanaman pangan sanggup dipasarkan ke pasar lokal, regional, atau internasional.

Contohnya adalah padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, dan lain-lain.

2. Usaha Bidang Tanaman Hortikultura

Jenis usaha bidang pertanian berikutnya. Usaha budidaya tanaman hortikultura secara simple sanggup disimpulkan sebagai budidaya tanaman kebun.

Istilah ini didasarkan terhadap budidaya tanaman yang dijalankan di kebun dengan manfaatkan tehnik yang sudah maju dan meliputi beberapa cakupan kerja.

Area kerjanya antara lain meliputi pembenihan, pembibitan tanaman yang dikembangkan, pengembangan kultur jaringan, melakukan memproses bermacam komoditas tanaman, pemberantasan hama dan juga penyakit, pemanenan, sampai melakukan distribusi ke konsumen.

Pengembangan model sayur-sayuran, pengembangan model tanaman obat, pengembangan model tanaman buah, dan pengembangan model tanaman bunga

3. Usaha Bidang Tanaman Hias

Jenis usaha bidang pertanian selanjutnya. Usaha tanaman hias merupakan kesibukan budidaya, produksi, dan penjualan tanaman yang mempunyai nilai estetika dan digunakan untuk tujuan dekoratif atau keindahan dalam lanskap, taman, atau dalam ruangan.

Tanaman hias digunakan untuk mempercantik dan menghiasi lingkungan, baik itu di rumah, perkantoran, taman kota, restoran, hotel, atau acara-acara tertentu.

Usaha tanaman hias melibatkan beberapa kegiatan, antara lain:
Pooses pembibitan yakni sistem yang meliputi penentuan bibit tanaman hias yang berkualitas, penyemaian benih atau perbanyakan vegetatif, perawatan, pengaturan iklim, penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan dukungan tanaman dari hama dan penyakit.

Proses memproses yakni sistem yang dijalankan untuk sediakan barang secara massal atau skala besar untuk mencukupi keinginan pasar. Proses memproses melibatkan pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemrosesan tanaman hias dalam jumlah yang memadai besar.

Usaha ini melibatkan desain taman atau lanskap yang termasuk penentuan tanaman hias, pengaturan tata letak, perencanaan sistem irigasi, dan pemasangan tanaman hias di area yang ditentukan.

Contoh usaha bidang tanaman hias semisal usaha bunga kerajinan bunga melati, usaha bibit bunga mawar, usaha penjualan bibit bunga anggrek, dll

4. Usaha Bidang Perkebunan

Budidaya tanaman perkebunan merupakan model usaha bidang pertanian yang fokus terhadap budidaya tanaman komersial dengan skala yang relatif besar.

Tanaman perkebunan umumnya ditanam untuk tujuan komersial, seperti memproses hasil panen yang sanggup dijual secara massal.

Berikut adalah beberapa perihal yang tercakup dalam budidaya tanaman perkebunan:

  • Memilih model tanaman perkebunan yang sesuai dengan tujuan budidaya, suasana iklim, dan kebutuhan tanah di suatu wilayah.
    Contoh tanaman perkebunan meliputi kelapa sawit, karet, kopi, teh, cokelat, tembakau, kakao, dan tanaman komersial lainnya.
  • Melakukan persiapan lahan yang meliputi pengolahan tanah, perataan lahan, pembuatan saluran drainase, dan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman perkebunan.
  • Menanam bibit atau stek tanaman perkebunan dengan jarak dan pola tanam yang sesuai. Proses penanaman sanggup dijalankan secara manual atau manfaatkan mesin dan alat bantu.
  • Melakukan pemeliharaan tanaman seperti penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, dan juga pemangkasan untuk memastikan perkembangan yang optimal dan hasil panen yang baik.
  • Melakukan pemanenan terhadap kala tanaman perkebunan sudah meraih kematangan atau ukuran yang sesuai. Pemanenan dijalankan dengan metode yang pas untuk melindungi mutu hasil panen.
  • Setelah panen, hasil panen tanaman perkebunan mesti diolah sehingga siap dijual atau dijadikan bahan baku dalam industri pengolahan.

Proses pengolahan sanggup meliputi pengeringan, penggilingan, fermentasi, atau sistem lainnya sesuai dengan model tanaman perkebunan yang dibudidayakan.

Produk hasil budidaya tanaman perkebunan sanggup dijual secara segera kepada konsumen atau melalui jalan distribusi yang melibatkan agen, pabrik pengolahan, atau perusahaan eksportir.

5. Usaha Bidang Hidroponik

Usaha pertanian di bidang hidroponik merupakan metode budidaya tanaman yang tidak manfaatkan tanah sebagai sarana tanamnya.

Istilah “hidroponik” berasal dari bhs Yunani yang artinya “air” (hidro) dan “bekerja” (ponos), mengacu terhadap budidaya tanaman di air.

Dalam mobilisasi model usaha bidang pertanian hidroponik, tanaman ditanam dalam wadah yang memungkinkan akar mereka terendam dalam larutan nutrisi yang terkontrol.

Nutrisi yang diperlukan oleh tanaman dilarutkan dalam air atau sarana yang inersia, seperti kerikil, pasir, serat kokos, atau bahan lain yang tidak mempunyai pembawaan nutrisi sendiri.

Keuntungan usaha pertanian di bidang hidroponik pemakaian air yang efisien, pengendalian nutrisi yang presisi, tanaman tumbuh lebih cepat, pemeriksaan lingkungan lebih baik, sanggup memaksimalkan potensi lahan.

6. Usaha Pengolahan Makanan

Usaha pabrik pengolahan makanan berfokus terhadap pengolahan makanan dari bahan baku pertanian seperti tepung, gula, minyak, dan lain-lain.

Contohnya adalah pabrik gula merah, tepung, dan minyak kelapa sawit.

7. Penyediaan Sarana Pertanian

Jenis usaha bidang pertanian berupa penyediaan layanan pertanian berfokus terhadap penyediaan layanan dan prasarana yang diperlukan oleh petani seperti benih, pupuk, alat pertanian, dan lain-lain.

Contohnya : Toko alat-alat pertanian, toko obat-obatan pertanian, toko benih pertanian, dll

8. Agrowisata

Usaha agrowisata berfokus terhadap pengembangan pariwisata yang berbasis terhadap pertanian seperti wisata petik buah, wisata peternakan, dan lain-lain.

Demikianlah model usaha di bidang pertanian yang sanggup kamu jadikan inspirasi. Semoga artikel singkat ini sanggup memotivasi kamu untuk usaha di bidang pertanian.