Pemupukkan Tanaman Karet

Halo sobat tani sekalian, tanaman karet adalah tanaman industri yang penting, getah tanaman karet telah lama dipakai untuk industri otomotif, sehingga kebutuhannya diperlukan sepanjang tahun. agar kualitas dan kuantitas getah karet tidak menurun jangan lupa dipupuk yaaa… bagaimana tehnik pemupukkannya ? begini caranya yang saya dapat dari praktek dilapangan dan beberapa sumber yang dapat dipercaya.

Lakukan pemupukan tanaman keraet sesuai dengan waktu penyiangan, yaitu 3–4 kali setahun. Setelah kebun selesai disiangi lalu dilanjutkan dengan pemupukan sehingga unsur hara dalam pupuk dapat maksimal diserap oleh tanaman karet. Langkah-langkah pemupukan adalah sebagai berikut:

  1. Buat parit kecil mengelilingi pohon karet, lalu tabur pupuk secara merata dalam parit, dan timbun dengan tanah. Pemberian pupuk pada tanaman karet
  2. Sesuaikan jarak pemupukan dari batang karet dengan umur tanaman. Untuk karet berumur di bawah 3 tahun, jarak parit yang dianjurkan untuk memupuk adalah 30–50 cm dari pangkal batang, sementara untuk tanaman yang berumur lebih dari 3 tahun, jarak parit pemupukan adalah 100–150 cm dari pangkal batang.
  3. Takaran pemupukan tergantung umur tanaman, dan dapat dilihat pada tabel di bawah. Jenis pupuk yang digunakan juga bermacam-macam, namun akan lebih baik bila petani melakukan pemupukan lengkap untuk tanaman karet, yaitu pupuk yang mengandung unsur NPK (nitrogen, fosfor, dan kalium) yang sangat dibutuhkan tanaman. Pemupukan lengkap bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk campuran yang sudah mengandung NPK dalam satu kemasan pupuknya atau menggunakan pupuk tunggal yang hanya mengandung salah satu unsur tersebut (seperti urea, SP36, dan KCl).
  4. Pupuk kandang tidak dianjurkan, karena di beberapa kasus yang ditemukan, dapat menyebabkan serangan penyakit jamur akar pada tanaman karet. Sementara, pupuk kieserit yang mengandung magnesium (Mg) perlu diberikan karena dibutuhkan tanaman dalam proses fotosintesis (pembentukan zat makanan)

Yana M / PPL WKPP Jaro

Sumber :

1. Balai Penelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet, 2009

2. Lembar informasi World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Office No 5, Juli 2013

This entry was posted in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *