Cara Menanam Bibit Cabai Rawit di Pot atau Polybag

postingan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya yaitu budidaya cabe rawit di polybag atau pot

Jika media tanam sudah disiapkan dan bibit sudah cukup umur, selanjutnya adalah proses penanaman. Pemindahan bibit ke media pembesaran atau penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari. Siram terlebih dahulu media tanam hingga basah dan buat lubang tanam tepat ditengah-tengah pot atau polybag. Jika bibit cabai rawit disemai tanpa menggunakan polybag, ambil bibit dari persemaian secara hati-hati. Bibit jangan dicabut tapi dicongkel beserta tanah dan akarnya agar bibit tidak stres setelah dipindah tanam. Masukkan bibit kedalam lubang tanam, tutup pangkal bibit menggunakan tanah sambil ditekan-tekan sedikit supaya bibit kokoh. Kemudian disiram dengan air secukupnya.

Jika bibit disemai menggunakan tray semai, ambil atau lepaskan bibit secara hati-hati agar akar tidak putus atau rusak. Bibit yang sudah dilepaskan dari tray semai harus segera ditanam pada media tanam. Jika penyemaian menggunakan polybag, lepaskan polybag dengan hati-hati jangan sampai tanah media semai pecah atau rusak. Setelah pemindahan bibit selesai, letakkan polybag atau pot pembasaran tersebut pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 3 atau 4 hari. Hari kelima bibit sudah beradaptasi dengan baik pada media tanam dan bisa mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung. Lakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit dan jika bibit sudah cukup kuat dan diperkirakan akar baru sudah tumbuh letakkan pot atau polybag pada tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Cabai Rawit di Pot/Polybag

Setelah penanaman selesai, tahap selanjutnya adalah pemeliharaan dan perawatan. Pemeliharaan tanaman cabai rawit dalam pot/polybag tidaklah sulit dan sangat mudah. Pemeliharaan atau perawatan yang harus dilakukan antara lain penyiraman, pemsangan tiang ajir dan penyiangan.

  • Tanaman cabai rawit sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Siram media semai secukupnya jika terlihat kering. Jangan menyiram terlalu banyak, karena bisa menyebabkan media tanam terlalu basah dan tanaman mudah terserang penyakit jamur atau bakteri.
  • Jika pada musim penghujan sebaiknya media tanam ditutup dan diberi lubang seperlunya pada pangkal batang saja. Tujuannya agar air hujan tidak terlalu banyak mengguyur media tanam.
  • Agar tajuk tanaman dapat berdiri kokoh dan tidak mudah rebah diterpa angin dan hujan, maka perlu dipasang tiang ajir. Ajir sebaiknya dipasang sebelum penanaman dilakukan atau segera setelah penanaman selasai. Jika terlambat memasang ajir
    dikhawatirkan ajir dapat merusak perakaran tanaman. Jika terlanjur terlambat, ajir sebaiknya dipasang diluar polybag atau pot.
  • Selanjutnya adalah penyiangan, yaitu membersihkan rumput yang tumbuh di media tanam dan membersihkan areal sekitar tanaman. Gulma atau rumput liar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabai rawit dan menjadi inang hama dan penyakit.
  • Pemeliharaan yang juga tudak kalah pentingnya adalah melakukan perempelan tunas-tunas bawah. Tunas yang tumbuh disetiap ketiak daun cabai sebaiknya dikurangi dengan cara dirempel. Tunas yang dirempel yaitu 4 – 5 tunas yang berada pada posisi paling bawah.

Pemupukan Tanaman Cabai Rawit di Pot atau Polybag

Agar cabai rawit yang ditanam di pot atau polybag dapat tumbuh dengan subur dan berbuah lebat, tanaman harus diberi pupuk tambahan selain pupuk yang sudah ada pada media tanam. Tujuan pemupukan susulan atau pemberian pupuk tambahan adalah untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, sebab hara yang terdapat pada media tanam lama-lama akan habis diserap oleh akar. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk anorganik atau pupuk kimia pabrikan atau pupuk organik. Jenis pupuk yang digunakan sebaiknya adalah pupuk NPK dan pupuk kandang yang sudah matang. Akan lebih baik jika menggunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi atau pupuk kandang yang dilengkapi dengan trichoderma.

Berikut ini dosis dan cara pemupukan cabai rawit dalam pot atau polybag ;

  • Pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman cabai rawit berumur 15 – 20 hari setalah tanam. Taburkan 1/2 sendok makan pupuk NPK disekeliling pangkal batang, jangan sampai mengenai batang ya. Lakukan hal yang sama setiap 10 hari sekali. Pemupukan sebaiknya dilakukan ketika media tanam dalam kedaan basah agar pupuk mudah diserap oleh akar. Waktu pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.
  • Perhatikan kondisi tanaman secara rutin dan seksama, jika terlihat gejala kekurangan unsur N segera berikan pupuk nitrogen, jika kekurangan unsur kalsium segera berikan pupuk kalsium dan lain sebagainya. Tapi ingat, berikan pupuk N seperlunya saja, jangan berlebihan.
  • Pemberian pupuk kimia sebaiknya diimbangi dengan pupuk organik, pupuk kandang atau kompos misalnya. Taburkan 2 genggam pupuk organik pada media tanam yang dilakukan secara bergantian dengan pupuk NPK. Misalnya ; pemupukan pertama menggunakan pupuk NPK, pemupukan kedua menggunakan pupuk kandang, pemupukan ketiga menggunakan pupuk NPK lagi,
    begitu seterusnya sampai panen.
  • Jika ingin tanaman cabai rawit dalam pot / polybag anda lebih awet dan berumur panjang, sebaiknya kurangi penggunaan pupuk kimia terutama pupuk nitrogen dan perbanyaklah pupuk organik.
  • Untuk melengkapi kebutuhan unsur hara makro, akan lebih baik jika setiap 1 minggu tanaman cabai rawit disemprot dengan pupuk daun. Banyak sekali merk pupuk daun yang beredar dipsaran dan bisa anda gunakan, misalnya bayfolan, growmore, gandasil D/Bdan lain-lain.

Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Rawit

Berhubung ini adalah budidaya cabai rawit skala rumahan atau skala hobi, penanggulangan hama dan penyakit bisa dilakukan secara manual. Yakni dengan cara memungut langsung hama atau mencabut dan membuang jauh-jauh tanaman yang terserang penyakit. Bisa juga dengan menyemprotkan pestisida organik dan unakan insektisida kimia jika diperlukan saja.

  • Untuk mengendalikan hama ulat, kepik, belalang, lalat buah dan hama serangga lainnya gunakan insektisida lannate, curacron, metindoatau regent.
  • Untuk mengendalikan hama dari golongan kutu-kutuan, seprti tungau, trips, kutu kebul dan kutu daun gunakan akarisida bamex,agrimec, demolish, alfamex, promectin atau samite.
  • Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur, gunakan fungisida seperti antracol, bion m, amistartop
  • Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, gunakan bakterisida.

Panen Cabai Rawit Dalam Polybag / Pot

Inilah saat yang paling ditunggu dalam bercocok tanam dan berkebun, yaitu masa panen. Sensasinya sangat luar biasa ketika kita memasak dan mengkonsumsi hasil kebun yang kita tanam sendiri. Gak percaya? coba saja menanam nanti anda akan ketagihan. Setelah 90 hari waktu kita habiskan untuk merawat tanaman cabai rawit mulai dari menyemai benih, cabai rawit yang kita tanam sudah bisa dituai hasilnya. Jika ingin memetik buah cabai yang sudah tua dan berwarna merah, maka anda harus sabar menunggu kurang lebih 30 hari lagi. Jika dirawat dengan baik dan benar, 2 pot cabai rawit saja yang anda tanam sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Anda tidak akan pusing lagi ketika harga cabai rawit mahal, atau ketika anda tidak sempat ke pasar atau ketika tukang sayur langganan anda sakit. Selamat mencoba menanam cabai rawit.

 Selamat berkebun dan semoga bermanfaat….

sumber : http://mitalom.com/cara-menanam-cabai-rawit-dalam-polybag-atau-pot-agar-tahan-lama-dan-berbuah-lebat/

 

This entry was posted in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *