PENYAKIT DAUN TERBAKAR (Rhyncosporium orizae) PADA TANAMAN PADI

Gejala dari penyakit daun terbakar atau Leaf Scald biasanya terjadi pada ujung daun tua . Namun dapat pula terjadi pada sepanjang pinggir dan bagian lain dari helaian daun. Bercak berbentuk bulat memanjang seperti berlian kadang seperti bercak-bercak yang basah dengan panjang 1-5 cm, lebar 0,5 cm. Bercak berkembang sampai bentuk ellip yang besar dan bulat memanjang yang dilingkari oleh pita sempit yang gelap dan lingkaran coklat terang. Daun yang terinfeksi berat biasanya mengering dan berubah warna menjadi putih jerami dengan warna coklat dibagian tepinya dengan pendaerahan yang memudar.

Bercak bisa berkembang menutupi helaian daun. Untuk mengidentifikasi penyakit daun terbakar bisa dilakukan dengan mencelupkan potongan daun terinfeksi kedalam air yang jernih selama 5-10 menit. Jika keluar bahan seperti susu atau seperti asap timbul berarti penyakit hawar daun bakteri dan jika tidak keluar mareti seperti asap/ susu berarti penyakit daun terbakar.
Penyakit daun terbakar pada tanaman padi disebabkan oleh jamur Rhynchosporium oryzae.
Untuk mengendalikan penyakit daun terbakar pada tanaman padi dapat dilakukan dengan dengan beberapa cara:

  1. Kurangi penggunaan urea dan tambahkan unsur K
  2. Tambah jarak tanamnya dan gunakan sisten tanam jajar legowo

Bisa menggunakan fungisida kontak sebagai pencegahnya seperti Antracol, Dhitane, Vondozeb, Kocide dll. Namun hal tersebut merupakan alternatif terakhir dari berbagai macam pengendalian penyakit padi. Jangan gunakan jika belum ada gejala yang timbul.
ymu

This entry was posted in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *