Cara Pengairan Berselang pada Padi Sawah

Lahan sawah di WKPP Jaro Kalsel menngunakan pengairan berselang

Pengairan berselang atau disebut juga intermitten adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian

Tujuan :

  1. Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas
  2. Memberi kesempatan kepada akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam;
  3. Mencegah timbulnya keracunan besi;
  4. Mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar.

Manfaat Pengairan berselang

  1. Memberi kesempatan kepada akar untuk berkembang lebih baik,
  2. mengurangi kerebahan,
  3. mengaktifkan jasad renik mikroba yang bermanfaat,
  4. mengurangi kerebahan,
  5. mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah),
  6. menyeragamkan pemasakan gabah
  7. mempercepat waktu panen,
  8. memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah),
  9. memudahkan pengendalian hama terutama keong mas,
  10. mengurangi penyebaran hama wereng coklat & penggerek batang,
  11. mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus.

Dalam melakukan pengairan berselang perlu dipertimbangkan bahwa cara ini dilakukan bergantung pada :

  1. Jenis tanah; tanah yang tidak biasa menahan air sebaiknya hati-hati dalam menerapkan cara pengairan berselang; demikian pula jenis tanah berat;
  2. Pola pengairan di wilayah setempat; kalau pengairan sudah ditetapkan berselang setiap 3 hari maka pola pengairan yang sudah ada ini saja yang diikuti.

Pada lahan sawah yang sulit dikeringkan karena drainase jelek, pengairan berselang tidak perlu dipraktekkan.

Cara pengairan berselang :

  1. Tanam bibit dalam kondisi sawah basah berlumpur / macak
  2. Secara berangsur tanah diairi 2-5 cm sampai tanaman berumur 10 hari;
  3. Biarkan sawah mengering sendiri, tanpa diairi (biasanya 5-6 hari);
  4. Setelah permukaan tanah retak selama 1 hari, sawah kembali diairi setinggi 5 cm;
  5. Biarkan sawah mengering sendiri, tanpa diairi (5-6 hari) lalu diairi setinggi 5 cm.

Pengairan berselang memerlukan pengaturan kapan lahan digenangi dan dikeringkan.  Ulangi hal di atas sampai tanaman masuk stadia pembungaan. 

Sejak fase keluar bunga sampai 10 hari sebelum panen, lahan terus diairi setinggi 5 cm, kemudian lahan dikeringkan.  Sepuluh hari sebelum panen lahan dikeringkan.

 Dari berbagai sumber

This entry was posted in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *