Canangkan Gerakan Tanam Cepat, Mentan Optimis Tahun Ini Ekspor Beras

Mentan melakukan panen raya di Kab. Blora

Stabilnya produksi padi nasional membuat pemerintah yakin, jika tahun ini kembali bisa swasembada beras. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, di 2017, pihaknya telah mencanangkan Gerakan Tanam Cepat (GTC). Yakni melakukan akselerasi tanam dan panen dengan menggunakan teknologi alat sistem pertanian.

“Penggunaan alsintan terbukti sangat berdampak besar terhadap kerja petani. Lebih mudah dan efisien,” ujar Amran disela-sela acara Panen Raya Percepatan Tanaman Padi Upsus (Upaya Khusus) Pajale (Padi Jagung Kedelai) di Desa Pulo, Kecamatan Kedung Tuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (23/1).Amran mengatakan, Blora menjadi salah satu contoh suksesnya implementasi alsintan. Hingga 2017, lahan yang sudah tertanami mencapai 59.302 hektar, dengan masa panen antara Januari hingga April.”Saya dapat laporan, gabah yang dipanen menggunakan mesin pemanen (Combined Harvester) harganya Rp 4000 sampai Rp 4200. Artinya terjadi peningkatan yang signifikan. Insya Allah, bantuan Alsintan akan kami perluas,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Amran gembira lantaran luas tanam panen di Provinsi Jawa Tengah naik signifikan. Pasalnya, hingga Januari ini, terdapat 420 ribu hektar luas tanam panen. Sesuatu yang tak pernah terjadi selama ini di Jateng.”Tahun 2010, (luas tanam panen) Jateng hanya sekitar 220 ribu hektar. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait. Pemda, pemprov, penyuluh, petani, dan TNI,” ungkap dia.

Ditanya target produksi padi tahun ini, pria asal Makassar itu optimis bisa kembali swasembada beras. “Target kami 78 juta ton. Tahun lalu (2016),  kami menargetkan 75 juta ton, alhamdulillah realisasinya sampai 79 juta ton,” beber dia.”Saya optimis (swasembada), kami malah bisa ekspor (beras),” pungkasnya.

Sementara, Bupati Blora, Djoko Nugroho menjelaskan, secara keseluruhan total luas tanaman padi di Kecamatan Kedungtuban mencapai 5.135 hektar. Sedang untuk estimasi panen di Januari ini berkisar 1.782 hektar.”Khusus di Desa Pulo, lokasi panen raya hari ini, luas areal padinya sekitar 234 hektar, dengan produksi panennya 7-8 ton,” tambah dia

Sumber : http://bppsdmp.pertanian.go.id/

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *