CARA PEMBUATAN SAOS CABAI

 

Cabai merah merupakan jenis komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, selain kentang, bawang merah dan bawang putih.  Permintaaan terhadap jenis sayuran ini terus meningkat setiap tahunnya, yaitu seiring dengan pertambahan jumlah penduduk di Indonesia.  Hasil penelitian Pasandaran dan Hadi (1994) menunjukkan cabai merah banyak dikonsumsi di daerah perkotaan dan setiap tahun terus meningkat sejalan dengan perkembangan kota, peningkatan pendapatan serta kesadaran akan gizi masyarakat.  Cabai merah konsumsi per kapita penduduk tiap tahunnya berkisar sekitar 1,55%.  Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, cabai merah dibutuhkan oleh industri-industri pengolahan makanan seperti, industri pengolahan ikan kaleng, industri mi instant dan sebagainya.

Namun demikian, walaupun permintaan terus meningkat, kebutuhan terhadap cabai merah belum seluruhnya bisa terpenuhi, terutama untuk cabai kering dan produk-produk olahannya. Cabai merah (Capsicum annuum L.) dikenal sebagai bahan baku masakan kebutuhan rumah tangga, selain itu juga sebagai bahan baku  industri pangan dan obat-obatan.  Sebagaimana komoditas pertanian pada umumnya, cabai merah segar dengan kadar air 80 sampai 90% basis basah (bb) bersifat kamba dan mudah rusak akibat aktifitas kimia dan biologis. Untuk menangani masalah tersebut, diperlukan penanganan pasca panen diantaranya berupa teknologi pengolahan yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu.

 

  1. PROSES PEMBUATAN SAOS CABAI 

Saus cabai dapat dibuat dari cabai segar maupun dari pasta cabai dengan penambahan bahan pengisi seperti tepung tapioka atau tepung maizena dan bumbu-bumbu sebagai penambah cita rasa. Jenis dan jumlah bumbu ditambahkan sesuai dengan selera pembuat.

Bahan dan Alat

Bahan  : Bubur cabai (1000 cc), gula (200-250 gr), garam (45 gr), bawang putih (50 – 70  gr), lada (5 – 10 gr), cuka 25% (2 sendok makan), tepung tapioka (20 g dalam 50 ml air), K-sorbat (400 mg), minyak wijen 1 – 2 sendok makan, saus Inggris 2 – 3 sendok makan dan penyedap rasa 3 gr.

Alat   : pisau, baskom, kukusan, kompor, saringan, blender, panci/wajan stainless steel, pengaduk kayu, timbangan dan gelas jar (botol kaca) sebagai kemasan.

 

Cara Pembuatan

  • Tahap awal proses adalah pencucian cabai dan penghilangan tangkai, sambil disortasi.
  • Kemudian cabai dipotong-potong dengan ukuran ± 2 cm.
  • Setelah itu, dilakukan pemblansingan dengan cara steam (pengukusan) selama 5 – 10 menit (tergantung banyaknya cabai yang diblansing).
  • Cabai yang telah diblansing, dihancurkan dengan blender sampai halus. Lamanya penghancuran 5 – 10 menit. 
  • Bubur cabai, masih harus disaring untuk memperoleh bubur cabai yang halus. Apabila ampas cabai masih banyak, dilakukan penghancuran kembali.
  • Bubur cabai halus dimasukkan ke dalam panci.
  • Sementara itu, dibuat larutan tepung tapioka. Sebanyak 20 gram tapioka dilarutkan dalam 50 ml air. Tambahkan larutan tapioka ke dalam bubur cabai. Campuran tersebut kemudian dimasak dengan api kecil, sambil terus diaduk, supaya tidak menggumpal dan tercampur rata.
  • Bumbu-bumbu (lada halus, sari bawang putih, saus Inggris, minyak wijen, dimasukkan ke dalam bubur tomat yang sedang dimasak.
  • Campuran bahan diaduk lagi sampai mendidih dan kekentalannya cukup. Cara memeriksa kekentalan adalah dengan mengangkat pengaduk kayu, jika sedikit saus yang menempel tidak lagi mengalir jatuh, berarti saus sudah cukup kental.
  • Terakhir, tambahkan cuka dan pengawet.
  • Pembotolan dilakukan saat saus masih dalam keadaan panas

 

Untuk mengatasi rasa langu :

  • Blancing 3 x
  • Setelah jadi simpan 1 malam dan esoknya panaskan kembali

Dari berbagai sumber, diedit oleh Yana Mulyana, SP

This entry was posted in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *