Waspada Residu Pestisida pada Pangan dapat Menyebabkan Penyakit Berbahaya

Residu pestisida pada pangan dapat diminimalisir dengan melakukan pencucian menggunakan air bersih yang mengalir dan dapat menggunakan sabun khusus untuk pangan (food grade), pengupasan, perendaman dalam air panas dan pemasakan.

Pestisida merupakan semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengendalikan, mencegah atau menangkis gangguan serangga, binatang pengerat, nematode, gulma, virus, bakteri, serta jasad renik yang dianggap hama. 

Pestisida memiliki manfaat besar untuk meningkatkan berbagai produksi pertanian, namun demikian ada bahaya di balik manfaatnya. Untuk meminimalkan dampak negatifnya, penggunaan pestisida harus mengikuti prinsip aman dengan 5T yakni Tepat sasaran, Tepat jenis, Tepat cara, Tepat waktu dan Tepat dosis.

Jenis-jenis Pestisida

Ada beberapa jenis pestisida. Pertama, insektisida adalah pestisida untuk memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, ulat, nyamuk, kutu busuk, rayapan dan semut.

Kedua, fungisida adalah pestisida untuk memberantas/mencegah pertumbuhan jamur/cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun dan cacar daun.

Ketiga, bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus, seperti untuk membunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk.

Keempat, nematisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa nematode (cacing).

Kelima, rodentisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat seperti tikus.

Keenam, herbisida adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu, eceng gondok, dll. Contoh ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.

Resiko Cemaran Pestisida pada Kesehatan

Cemaran pestisida untuk pangan dan produksi pertanian dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui beberapa cara, yakni pertama bisa secara  langsung: oral (melalui mulut dan sistem pencernaan), secara dermal (melalui kulit) atau melalui pernafasan (hidung dan sistem pernafasan).

Kedua, secara tidak langsung, yakni pestisida secara tidak langsung masuk melalui pangan, minuman atau produk pangan lainnya.

Keracunan Pestisida

Cemaran pestisida yang sampai ke tubuh manusia dapat menyebabkan keracunan. Beberapa tingkat keracunan manusia akibat terkena cemaran pestisida, pertama keracunan akut ringan. Cirinya: menimbulkan pusing, sakit kepala, iritasi kulit ringan, badan berasa sakit dan diare.

Kedua, keracunan akut berat. Cirinya: menimbulkan gejala mual, menggigil, kejang perut, sulit bernafas, ke luar air liur, pupil mata mengecil, dan denyut nadi meningkat. Keracunan yang sangat berat dapat mengakibatkan pingsan, kejang-kejang, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Ketiga, keracunan kronis. Keracunan kronis dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan gangguan kesehatan di antaranya iritasi mata dan kulit, cacat pada bayi, karsinogen, mutasi gen, gangguan endokrin, gangguan reproduksi, tetra togenesis, blood disorder serta gangguan saraf, hati, ginjal dan pernafasan.

Fakta Dampak Paparan Pestisida terhadap Kesehatan Manusia

Cemaran pestisida yang masuk ke dalam tumbuh manusia atau bisa disebut sebagai residu pestisida berpengaruh terhadap kesehatan manusia dalam jangka panjang. Residu pestisida tersebut dapat menyebabkan kanker, cacat kelahiran dan merusak atau mengganggu sistem syaraf, endokrin, reproduktif dan kekebalan.

Bahkan untuk jenis pestisida anti androgen menyebabkan perubahan orientasi seksual.

  • Anak-anak yang terpapar pestisida mempunyai stamina dan tingkat perhatian yang kurang, memori dan koordinasi tangan-mata yang terganggu dan semakin sulit membuat gambar garis sederhana. Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP/Edi Suntoro/Som
  • sumber : http://m.tabloidsinartani.com/index.php?id=148&tx_ttnews%5Btt_news%5D=2468&cHash=f8eca9a964aee73354bb30c4ab269af0
This entry was posted in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *