Cara Membuahkan Tanaman Lengkeng agar Berbuah Lebat

Sulitnya tanaman lengkeng untuk berbunga karena tanaman ini berasal dari daerah subtropika dimana faktor suhu rendah yang berperan dalam pembungaan tanaman. Maka dari itu tanaman lengkeng di Indonesia pada awalnya bisa berproduksi baik pada daerah yang mempunyai suhu rendah minimal 2 bulan saat bulan kemarau, diantaranya Temanggung, Ambarawa dan Batu.

Di Indonesia ada beberapa varietas tanaman lengkeng yang sulit untuk berbunga baik didataran rendah maupun tinggi, diantaranya adalah itoh, kristal, new kristal, dan sebagainya. Perlakuan yang bisa dilakukan untuk menginduksi tanaman lengkeng agar berbunga adalah sebagai berikut :

  1. Perlakuan secara fisika, yaitu dengan cara melukai batang tanaman lengkeng. Misalnya dikerat atau dikelupas kambium di batang utama. Cara ini lebih murah namun kurang terukur aplikasinya.
  2. Perlakuan secara kimia, yaitu dengan pemberian bahan kimia penginduksi. Cara ini lebih terukur dan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan fisik. Metode pemberian bisa dilakukan dengan tiga cara yakni ;
    1. Disiram di tanah di bawah kanopi/daerah perakaran
    2. Disemprotkan ke daun
    3. Diinjeksi ke batang utama atau akar pohon, cara ini dilakukan pada tanaman lengkeng yang besar yang tidak memungkinkan disiram atau disemprot.

Perlakuan induksi pembungaan

Berdasarkan hasil penelitian perlakuan kimia dengan cara disiram mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Bahan kimia yang digunakan adalah bahan kimia oksidator kuat, salah satunya adalah KclO3. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan peledak sehingga kehati-hatian dalam penggunaan sangat diperlukan. Merk produk yang mengandung bahan aktif ini diantaranya adalah Longan Booster, Vita Longan dan Nong feng.

Prasyarat untuk dilakukan perlakuan secara kimia adalah sebagai berikut :

  1. Tidak ada hujan setelah perlakuan. Hujan akan mengakibatkan bahan kimia yang diberikan akan tercuci sebelum terserap tanaman sehingga tingkat keberhasilan rendah.
  2. Tanaman yang siap diperlakukan pertama kali adalah tanaman yang berumur 2-3 tahun dengan tinggi tanaman minimal 2 m dan luas kanopi + 1 m2.
  3. Posisi daun pada saat aplikasi adalah daun tua, jika posisi daun muda maka kemungkinan berbunga akan rendah.
  4. Tanaman bisa diperlakukan lagi setelah 2 masa vegetatif/flush daun.

Apabila prasyarat tersebut terpenuhi, maka teknis aplikasinya perlakuan secara kimia dengan cara disiram adalah sebagai berikut :

  1. Bersihkan tanah dibawah kanopi dari kerikil, sampah dan gulma
  2. Lakukan pemangkasan jika kanopi tanaman terlalu rimbun agar sinar matahari masuk dan sirkulasi udara bagus. Jika ada beberapa ranting yang ujungnya daun muda maka dipangkas ujung rantingnya.
  3. Larutkan bahan kimia dalam air sesuai dosis rekomendasi produk
  4. Siramkan larutan tersebut ke bawah kanopi tanaman bagian luar
  5. Seminggu setelah perlakuan dilakukan pemupukan menggunakan pupuk NPK dengan dosis sesuai umur tanaman (2-3 thn = 0,2-0,5 kg; 4-5 thn = 0,5-1 kg ; >5 thn = 1-1,5 kg)
  6. Lakukan penyiraman secara rutin

Perlakuan tersebut akan mengakibatkan perubahan hormon di ujung ranting sehingga mengubah dari fase vegetatif ke generatif. Keberhasilan perlakuan akan terlihat 40-60 hari kemudian yang ditandai dengan munculnya primordia bunga. Jika setelah 60 hari tidak muncul, maka perlakuan yang dilakukan mengalami kegagalan. Setelah bunga mekar, selanjutnya akan mengalami perubahan morfologi dan fisiologi pada buah sampai siap panen. Buah siap dipanen 4-5 bulan setelah bunga mekar tergantung pada varietas. Setelah pemanenan dilakukan pemupukan dengan pupuk organik dan diberi asam amino.

Selamat mencoba

Yana M,SP

Sumber Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Kementan

This entry was posted in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *