Jamur Oncom pada Tanaman Padi

Menjelang panen padi, pernahkah Anda menjumpai bulir padi yang terlihat seperti popcorn kuning? Bulir padi seperti meletus dan diselimuti gumpalan bertepung kuning ? Jika Anda pernah menemui kondisi yang seperti itu, berarti tanaman padi tersebut terserang penyakit Ustilago atau biasa disebut dengan Jamur Oncom.

Ustilago disebabkan karena adanya serangan jamur Ustilaginoidea virens. Pemicunya adalah karena tanaman padi terlalu banyak mendapat pupuk nitrogen (urea) sehingga membuat bulir-bulir padi meletus dan berjamur seperti oncom. Selain itu juga bisa terjadi karena kondisi tanaman padi yang terlalu lembab sehingga dapat memicu pengembangbiakan jamur ini.

Jamur ini dapat berkembang biak di dataran rendah maupun tinggi. Jamur dapat bertahan sebagai sklerosia atau bola spora yang keras yang dapat bertahan lebih dari empat bulan di bawah kondisi lahan. Selain padi, jamur ini dapat menginfeksi beberapa jenis gulma, padi liar dan jagung.

Secara kasat mata, jamur oncom ini akan menempel pada bulir padi. Ukuran jamur ini hanya sebesar biji jagung yang berwarna kuning. Ketika dipegang dan ditekan, jamur ini akan mudah hancur seperti tepung. Kemudian angin akan membantu penyebaran spora jamur ini dari tanaman satu ke tanaman lainnya.

Penyakit ini muncul di pertanaman padi pada saat keluar malai dan hanya menyerang pada beberapa bulir padi dalam satu malai. Sehingga tingkat kerugian yang ditimbulkan tidak separah dengan penyakit yang disebabkan oleh Blas dan bakteri Xanthomonas.

Meskipun begitu, penyakit ini tetap harus diwaspadai karena bulir padi yang dipenuhi spora kuning membuat hasil panen menjadi kotor dan menurunkan produktivitas tanaman.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi serangan penyakit jamur oncom ini adalah dengan:

  1. Melakukan pemupukan dengan unsur hara Nitrogen seperti Urea secara seimbang dan tidak berlebihan
  2. Menggunakan jarak tanam jarang atau jarak tanamnya jangan terlalu rapat dengan tujuan untuk mengurangi kelembaban terutama pada musim tanam pertama (MT 1) dan musim tanam kedua (MT 2) karena pada bulan tersebut biasanya curah hujan dan kelembaban tinggi
  3. Jika ditemukan tanaman padi yang terserang jamur oncom sebaiknya segera dibuang bulir padi tersebut agar tidak menyebar ke bulir-bulir padi yang lain
  4. Jika terlalu banyak bulir padi yang terserang sebaiknya disemprot menggunakan fungisida berbahan aktif captan, captafol, fentin hydroxide, mancozeb, copper oxychloride, carbendazim dan fungisida tembaga lainnya.

Yana M, SP

This entry was posted in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *