Membuat Arang Sekam sederhana dari bahan disekitar kita

jangan lupa subscribe ya

Posted in Ilmu Pengetahuan | Leave a comment

DUKUNGAN PERHIPTANI TABALONG MENGHADAPI MILLENIAL 4,0

Dalam rangka menyiapkan tenaga penyuluh pertanian yang handal,pada Rabu 18 September 2019 Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) DPD kabupaten Tabalong Kalsel mengadakan acara Silaturahmi dan Temu Profesi yang dihadiri seluruh Penyuluh Pertanian PNS, THL-TBPP, Penyuluh Swadaya dan SKPD terkait guna menyiapkan dan mengevaluasi SDM penyuluhan menghadapi era digital yang disebut Millenial 4,0. Dalam acara garapan organisasi penyuluh ini dipaparkan persiapan persiapan yang harus dilakukan mulai dari pengenalan peralatan pendukung digital seperti Hand Phone hingga aplikasi yang dapat mengakses kegiatan pertanian dari kementan. Dalam sambutannya Ketua Perhiptani Tabalong menyampaikan bahwa Seorang penyuluh pertanian bukan hanya perlu ilmu pertanian tapi juga harus menguasai peralatan digital seperti Hand Phone android, Laptop dan lainnya agar sistem penyuluhan lebih teraarah, termonitor dan terkontrol menyesuaikan kemajuan jaman.

Yana M.

Posted in Berita | Leave a comment

Cara Membuahkan Tanaman Lengkeng agar Berbuah Lebat

Sulitnya tanaman lengkeng untuk berbunga karena tanaman ini berasal dari daerah subtropika dimana faktor suhu rendah yang berperan dalam pembungaan tanaman. Maka dari itu tanaman lengkeng di Indonesia pada awalnya bisa berproduksi baik pada daerah yang mempunyai suhu rendah minimal 2 bulan saat bulan kemarau, diantaranya Temanggung, Ambarawa dan Batu.

Di Indonesia ada beberapa varietas tanaman lengkeng yang sulit untuk berbunga baik didataran rendah maupun tinggi, diantaranya adalah itoh, kristal, new kristal, dan sebagainya. Perlakuan yang bisa dilakukan untuk menginduksi tanaman lengkeng agar berbunga adalah sebagai berikut :

  1. Perlakuan secara fisika, yaitu dengan cara melukai batang tanaman lengkeng. Misalnya dikerat atau dikelupas kambium di batang utama. Cara ini lebih murah namun kurang terukur aplikasinya.
  2. Perlakuan secara kimia, yaitu dengan pemberian bahan kimia penginduksi. Cara ini lebih terukur dan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan fisik. Metode pemberian bisa dilakukan dengan tiga cara yakni ;
    1. Disiram di tanah di bawah kanopi/daerah perakaran
    2. Disemprotkan ke daun
    3. Diinjeksi ke batang utama atau akar pohon, cara ini dilakukan pada tanaman lengkeng yang besar yang tidak memungkinkan disiram atau disemprot.

Perlakuan induksi pembungaan

Berdasarkan hasil penelitian perlakuan kimia dengan cara disiram mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Bahan kimia yang digunakan adalah bahan kimia oksidator kuat, salah satunya adalah KclO3. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan peledak sehingga kehati-hatian dalam penggunaan sangat diperlukan. Merk produk yang mengandung bahan aktif ini diantaranya adalah Longan Booster, Vita Longan dan Nong feng.

Prasyarat untuk dilakukan perlakuan secara kimia adalah sebagai berikut :

  1. Tidak ada hujan setelah perlakuan. Hujan akan mengakibatkan bahan kimia yang diberikan akan tercuci sebelum terserap tanaman sehingga tingkat keberhasilan rendah.
  2. Tanaman yang siap diperlakukan pertama kali adalah tanaman yang berumur 2-3 tahun dengan tinggi tanaman minimal 2 m dan luas kanopi 1 m2.
  3. Posisi daun pada saat aplikasi adalah daun tua, jika posisi daun muda maka kemungkinan berbunga akan rendah.
  4. Tanaman bisa diperlakukan lagi setelah 2 masa vegetatif/flush daun.

Apabila prasyarat tersebut terpenuhi, maka teknis aplikasinya perlakuan secara kimia dengan cara disiram adalah sebagai berikut :

  1. Bersihkan tanah dibawah kanopi dari kerikil, sampah dan gulma
  2. Lakukan pemangkasan jika kanopi tanaman terlalu rimbun agar sinar matahari masuk dan sirkulasi udara bagus. Jika ada beberapa ranting yang ujungnya daun muda maka dipangkas ujung rantingnya.
  3. Larutkan bahan kimia dalam air sesuai dosis rekomendasi produk
  4. Siramkan larutan tersebut ke bawah kanopi tanaman bagian luar
  5. Seminggu setelah perlakuan dilakukan pemupukan menggunakan pupuk NPK dengan dosis sesuai umur tanaman (2-3 thn = 0,2-0,5 kg; 4-5 thn = 0,5-1 kg ; >5 thn = 1-1,5 kg)
  6. Lakukan penyiraman secara rutin

Perlakuan tersebut akan mengakibatkan perubahan hormon di ujung ranting sehingga mengubah dari fase vegetatif ke generatif. Keberhasilan perlakuan akan terlihat 40-60 hari kemudian yang ditandai dengan munculnya primordia bunga. Jika setelah 60 hari tidak muncul, maka perlakuan yang dilakukan mengalami kegagalan. Setelah bunga mekar, selanjutnya akan mengalami perubahan morfologi dan fisiologi pada buah sampai siap panen. Buah siap dipanen 4-5 bulan setelah bunga mekar tergantung pada varietas. Setelah pemanenan dilakukan pemupukan dengan pupuk organik dan diberi asam amino.

Selamat mencoba

Yana M,SP

Sumber Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Kementan

Posted in Ilmu Pengetahuan | Leave a comment

MENENTUKAN MATANG SADAP TANAMAN KARET

Penyadapan merupakan upaya pembukaan pembuluh lateks, agar lateks  yang terdapat di dalam tanaman karet keluar.  Umumnya cara penyadapan dilakukan dengan mengiris sebagian dari kulit batang.  Penyadapan yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan lateks yang banyak, biaya murah, dan tidak mengganggu kesinabungan produksi.   Untuk itu penyadapan harus mengikuti prosedur yang benar.  Beberapa tahapan dalam penyadapan meliputi   penentuan matang sadap, persiapan buka sadap, pelaksanaan penyadapan dan sistem panen.  Pada tulisan ini akan ditekankan pada salah satu tahapan yaitu bagaimana menentukan matang sadap tanaman karet.

Tanaman karet siap untuk disadap jika sudah matang sadap pohon atau menunjukkan kesanggupan untuk disadap.  Kondisi ini menunjukkan bahwa tanaman karet sudah dapat diambil lateksnya tanpa menyebabkan gangguan yang berarti terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman.  Kesanggupan tanaman karet untuk disadap dapat ditentukan melalui dua cara berikut yaitu umur tanaman dan pengukuran lilit batang.

Umur Tanaman   

Tanaman karet pada kondisi normal siap disadap pada umur 5-6 tahun.  Jika kondisi lingkungan dan pemeliharaan sangat baik, tanaman karet akan tumbuh lebih cepat sehingga penyadapan bisa dilakukan sebelum umur 5 tahun.  Sebaliknya, jika kondisi lingkunngan dan pemeliharaan kurang mendukung pertumbuhan tanaman maka penyadapan bisa dilakukan setelah umur 6 tahun.  Umur tanaman tidak bisa dijadikan patokan pasti dalam menetapkan matang sadap tetapi bisa dilakukan kurang lebih umur tanaman 5-6 tahun dan tergantung dari kondisi lingkungan dan pemeliharaan tanaman. Umur tanaman bisa digunakan sebagai pedoman waktu untuk pengukuran lilit batang.

Pengukuran Lilit Batang                                                                                         

Lilit batang dapat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman karet, karena hasil tanaman karet berupa lateks diperoleh dari batangnya (kulit batang).  Tanaman karet dikatakan matang sadap jika lilit batangnya sudah mencapai 45 cm atau lebih.  Untuk menentukan matang sadap dengan pengukuran lilit batang bisa dilakukan tanaman berumur 4 tahun.  Lilit batang diukur pada ketinggian 100 cm dari pertautan okulasi dengan menggunakan meteran kain dan kayu sepanjang 100 cm.

Matang Sadap Kebun                                                                                 

Penyadapan dapat dilakukan jika kebun karet memenuhi kriteria matang sadap kebun  yang ditunjukkan jika jumlah tanaman yang matang sadap pohon sudah mencapai 60 % atau lebih.  Tahapan pelaksanaan penentuan matang sadap diawali dengan pengukuran lilit batang semua tanaman pada ketinggian 100 cm mulai tanaman berumur 4 tahun dan diulang setiap 6 bulan.  Kemudian tanaman  yang berlilit batang lebih dari 45 cm dihitung dan dipresentasekan terhadap jumlah tanaman dalam areal tersebut.  Jika telah mencapai 60 % atau lebih, kebun sudah siap disadap.

Sumber: Saptabina Usahatani Karet Rakyat, Balitsem, 2014 (Bambang Gatut Nuryanto)

Posted in Ilmu Pengetahuan | Leave a comment

Dengan Pertanian Indonesia Akan Jadi Salah Satu Negara Perekonomian Terbesar

Jakarta –  Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pertanian Indonesia meningkat tajam dalam 5 tahun terakhir. PDB pertanian kita menempati posisi 5 di dunia saat ini. Pembangunan pertanian terbukti telah ikut andil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Demikian disampaikan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, menanggapi proyeksi Standard Chartered PLc baru-baru ini. 

“PDB kita meningkat tajam dan nomor 5 dunia. PDB Pertanian itu naik dari Rp 994 triliun menjadi Rp 1.462 triliun. Itu luar biasa, ini hampir merata di setiap sektornya,” ujar Amran di kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5).

Menurutnya, lompatan PDB Pertanian merupakan suatu capaian luar biasa serta sudah divalidasi dan ditandatangani oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Lembaga jasa keuangan tersebut juga memprediksi, PDB Indonesia akan mencapai US$ 10 triliun pada 2030. Dan menempatkan bangsa ini di peringkat ke-4 sebagai negara dengan perekonomian terbesar dunia. 

“PDB Indonesia telah menembus US$ 1 triliun untuk pertama kalinya pada 2017. Dan berdasarkan proyeksi sebuah lembaga jasa keuangan innternasional, pada 2030 ekonomi Indonesia berada di bawah Amerika (peringkat 3) dan di atas Turki (peringkat 5). Tiongkok berada di puncak dengan PDB US$ 64,2 triliun,” pungkas Amran. 

Ia menambahkan, prediksi optimistis ini tak lepas dari peran pembangunan sektor pertaian yang terus dilakukan Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo selama berkuasa 4 tahun lebih terakhir ini. Hasil kerja sektor pertanian Indonesia, lanjutnya, juga mendapat apresiasi dari Organisasi Pangan dan Pertanian FAO yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

“FAO sendiri mengapresiasi PDB Pertanian kita,” sambungnya.

*Inflasi Pangan Pacu Optimisme Kedaulatan Pangan* 

Selain itu, angka inflasi pangan Indonesia yang turun – bahkan lebih rendah dari angka inflasi umum, membuatnya semakin yakin bahwa negara ini mampu mewujudkan cita-cita menjadi Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045. Rendahnya angka inflasi pangan, menunjukkan ketersediaan yang cukup karena produksi bahan makanan hasil pertanian yang terus meningkat.

“Pencapaian luar biasa empat tahun ini soal pangan negara kita, melompati 12 negara besar seperti negara Jerman, China, dan negara besar lainya,” jelas Amran. 

Capaian ini bagi Amran salah satunya merupakan hasil dari sikap tegas Pemerintah untuk memberantas mafia yang bermain di sektor pertanian, dan selama ini merugikan petani. Ia menyebutkan ada 782 kasus ditangani yang sudah diproses hukum di pengadilan. 

“Dari data masuk ke kami yang dipenjara ada 409 orang, itu tidak mudah dan bukan pekerjaan kecil,” kata dia.

Untuk menjaga produktifitas hasil pertanian, Kementerian Pertanian pun telah mengantisipasi gagal panen yang disebabkan bencana alam seperti banjir dan kekeringan dengan memberikan program asuransi kepada para petani seluas 1 juta hektare lahan per tahun. Petani yang sudah mengansuransikan lahan pertaniannya, jika terkena bencana alam banjir dan kekeringan bisa digantikan kerugiannya. 

“Sudah terserap 80-90 persen, mungkin sekarang sudah mencapai 100 persen. Kalau untuk pancaroba kita sudah antisipasi,” kata Amran. (*)

Sumber : Kementrian Pertanian

Posted in Berita | Leave a comment

Jamur Oncom pada Tanaman Padi

Menjelang panen padi, pernahkah Anda menjumpai bulir padi yang terlihat seperti popcorn kuning? Bulir padi seperti meletus dan diselimuti gumpalan bertepung kuning ? Jika Anda pernah menemui kondisi yang seperti itu, berarti tanaman padi tersebut terserang penyakit Ustilago atau biasa disebut dengan Jamur Oncom.

Ustilago disebabkan karena adanya serangan jamur Ustilaginoidea virens. Pemicunya adalah karena tanaman padi terlalu banyak mendapat pupuk nitrogen (urea) sehingga membuat bulir-bulir padi meletus dan berjamur seperti oncom. Selain itu juga bisa terjadi karena kondisi tanaman padi yang terlalu lembab sehingga dapat memicu pengembangbiakan jamur ini.

Jamur ini dapat berkembang biak di dataran rendah maupun tinggi. Jamur dapat bertahan sebagai sklerosia atau bola spora yang keras yang dapat bertahan lebih dari empat bulan di bawah kondisi lahan. Selain padi, jamur ini dapat menginfeksi beberapa jenis gulma, padi liar dan jagung.

Secara kasat mata, jamur oncom ini akan menempel pada bulir padi. Ukuran jamur ini hanya sebesar biji jagung yang berwarna kuning. Ketika dipegang dan ditekan, jamur ini akan mudah hancur seperti tepung. Kemudian angin akan membantu penyebaran spora jamur ini dari tanaman satu ke tanaman lainnya.

Penyakit ini muncul di pertanaman padi pada saat keluar malai dan hanya menyerang pada beberapa bulir padi dalam satu malai. Sehingga tingkat kerugian yang ditimbulkan tidak separah dengan penyakit yang disebabkan oleh Blas dan bakteri Xanthomonas.

Meskipun begitu, penyakit ini tetap harus diwaspadai karena bulir padi yang dipenuhi spora kuning membuat hasil panen menjadi kotor dan menurunkan produktivitas tanaman.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi serangan penyakit jamur oncom ini adalah dengan:

  1. Melakukan pemupukan dengan unsur hara Nitrogen seperti Urea secara seimbang dan tidak berlebihan
  2. Menggunakan jarak tanam jarang atau jarak tanamnya jangan terlalu rapat dengan tujuan untuk mengurangi kelembaban terutama pada musim tanam pertama (MT 1) dan musim tanam kedua (MT 2) karena pada bulan tersebut biasanya curah hujan dan kelembaban tinggi
  3. Jika ditemukan tanaman padi yang terserang jamur oncom sebaiknya segera dibuang bulir padi tersebut agar tidak menyebar ke bulir-bulir padi yang lain
  4. Jika terlalu banyak bulir padi yang terserang sebaiknya disemprot menggunakan fungisida berbahan aktif captan, captafol, fentin hydroxide, mancozeb, copper oxychloride, carbendazim dan fungisida tembaga lainnya.

Yana M, SP

Posted in Ilmu Pengetahuan | Leave a comment

Penyakit Gosong Bengkak Pada Tanaman Jagung (Corn smut)

Jenis penyakit ini disebabkan oleh cendawan Ustilago maydis, menyebabkan tongkol jagung mengalami pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini merusak kelenjar pembungkus dan spora tersebar.

 Gejala :

Cendawan ini menyerang butiran jagung, butiran yang terserang menjadi besar, dari warna putih menjadi coklat kehitaman sehingga disebut penyakit gosong (Smuts).  Jagung yang sudah terserang tidak dapat dipanen lagi.  Pembesaran butiran jagung karena athogen merangsang pertumbuhan sel inang.

Penyebaran :

Pertumbuhan athogen cocok pada kondisi kering disertai suhu tinggi pada awal pertumbuhannya.  Penyebaran athogen melalui benih (seed borne), tanah, aliran air, dan angin.

 Pencegahan dan Pengendalian :

  1. Jarak tanam jangan terlalu rapat. Tanaman jagung yang terlalu subur akan mengakibatkan kelembaban yang tinggi.  Biasanya tanaman seperti itu mudah terserang penyakit cendawan hitam.
  2. Hindari penggunaan kompos atau pupuk kandang yang berbibit penyakit.
  3. Perlakuan benih dengan fungisida
  4. Tanaman yang sakit dibakar dan jangan diberikan ternak atau digunakan dalam pembuatan kompos.
  5. Penanaman dengan varietas yang resisten
  6. Penerapan rotasi tanaman atau jangan terus menerus menanam jagung di suatu tempat.

Yana M, SP

Posted in Ilmu Pengetahuan | Leave a comment

Kementan Jamin Persediaan dan Harga Bawang Putih Hingga Idul Fitri Aman, Ini Alasannya

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin persediaan bawang putih memasuki bulan suci Ramadhan hingga akhir Idul Fitri mencukupi. Pasalnya, pada tanggal 2 Mei 2019 ini, sebanyak 115 ribu ton bawang putih impor telah merapat ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak.

Tentang harga bawang putih di beberapa pasar yang mengalami lonjakan, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan operasi pasar di lima titik di wilayah Jabodetabek. Yakni Pasar Perumnas Klender, Pasar Senen, Pasar Rawamangun, Pasar Tanah Abang dan Pasar Kebayoran Lama.

“Sekarang ini harga bawang putih sedang tinggi di kisaran Rp 50 hingga 60 ribu. Ini sudah tidak wajar harganya makanya kami lakukan operasi pasar. Operasi pasar kami lakukan dua hari, hari ini 5 ton, besok 5 ton untuk lima pasar,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Adanya operasi pasar ini, tegas Ismail, pemerintah harapkan untuk hari ini dan minggu depan harga bawang putih sudah kembali normal. Hari ini stok bawang putih impor masih proses di pelabuhan. 

“Untuk meredam pasar, hari ini kita melakukan operasi pasar di lima titik termasuk pasar retail. Harga yang kami berikan adalah Rp 23 ribu per kg. Ini dilakukan supaya ada psikologi pasar sehingga harga stabil jelang kedatangan 115 ribu ton,” tegasnya.

Lebih jauh Ismail memastikan jelang puasa dan lebaran persediaan bawang putih aman. Bawang putih yang sudah keluar ijin impornya 115 ribu ton, sementara kebutuhan per bulan hanya 42 ribu ton. Ini artinya melebihi kebutuhan konsumen. 

“Yang perlu saya sampaikan sebelumnya sudah keluar 115 ribu ton. Arahannya adalah langsung dicurahkan ke pasar – pasar dan tidak disimpan ke gudang – gudang guna mempercepat normalisasi harga pasar,” tekan Ismail. 

*Produksi Bawang Putih dalam Negeri*

Ismail menyebutkan Kementan menargetkan swasembada bawang putih terlaksana pada 2021. Dengan demikian, kebutuhan bawang putih dipenuhi dari produksi dalam negeri. Target awal adalah memproduksi benih terlebih dahulu.

“Produksi bawang putih pada 2019 kita targetkan seluas 18 ribu hektare. Akan tetapi produksi yang dihasilkan adalah untuk benih. Untuk swasembada bawang putih ditargetkan pada 2021 sebanyak kurang lebih 80 ribu hektare. Nah posisi kita sekarang 28 ribu hektare,” jelas Ismail. 

Menurut Ismail, Kementan optimistis pada 2021 Indonesia mampu swasembada, sehingga tidak lagi bergantung kepada impor. Indonesia mampu memenuhi kebutuhan sendiri dari produksi dalam negeri. 

“Kita punya varietas – varietas yang bisa memproduksi seperti bawang putih impor,” ujarnya.

*Tata Niaga Bawang Putih*

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik menuturkan Direktorat Jenderal Hortikultura sejauh ini telah mengatur tata niaga bawang putih secara efisien guna memenuhi kebutuhan pasar. Lihat saja, dari importir langsung ke pasar baik pasar induk hingga pasar retail. Adapun hampir 97 persen bawang putih itu impor. 

“Akhir Maret kita sudah mengeluarkan RIPH dan sekitar awal April kemarin sudah keluar SPI nya 115 ribu ton. Masuknya 115 ribu ton akan dibongkar hari ini,” ujarnya.

Yasid meyakini harga bawang putih di dalam negeri akan stabil. Hari ini dikeluarkan RIPH sebanyak 125 ribu ton. Jadi total pemasukan bawang putih pada dua bulan berturut – turut, yakni Maret dan pertengahan April. 

“Jadi secara berkesinambungan, pemasukan bawang putih dilakukan Maret dan April. Sehingga dalam waktu enam bulan ke depan stok bawang putih aman,” jelas Yasid.

PD Pasar Jaya Rawamangun mendukung penuh Kementerian Pertanian dalam upaya normalisasi harga bawang putih. Operasi pasar yang dilakukan berdampak baik bagi masyarakat guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Manager Area IX, PD Pasar Jaya Rawamangun, Awaluddin menegaskan secara umum pihaknya mendukung program – program Kementerian Pertanian. Dampak program sejauh ini dirasakan sangat baik. 

“Saya beberapa kali keliling, tanya – tanya sama pedagang di sini rata-rata harga bawang putih mereka jual Rp 48 ribu per kg kemudian yang kating sampai Rp 60 ribu. Nah operasi pasar ini hanya 23 ribu per kg. Saya berharap dengan adanya operasi pasar ini daya beli masyarakat lebih baik,” tegas Awaluddin.

Sumber : Kementrian Pertanian

Posted in Berita | 3 Comments

PASCA PANEN JAGUNG KOMPOSIT

Memanen pada saat yang tepat merupakan hal yang cukup penting guna mempertahankan kualitas dan kuantitas hasil jagung.

Umur panen jagung sangat tergantung dari varietas yang digunakan serta tinggi tempat jagung ditanam, dalam arti bahwa makin tinggi tempat maka umur panen akan l ebih lam. Umur panen jagung berkisar antara 80 -140 hari.

Tanda-tanda umum saat panen jagung yang tepat atau siap dipanen ditandai dengan terbentuknya lapisan hitam di ujung biji dan kulit tongkol (klobot) berwarna kuning mengering, biji tampak mengkilat dan bila ditekan dengan kuku biji jagung tersebut tidak berbekas. Panen dilakukan dengan cara memetik.

Penanganan Pasca Panen Penanganan pasca panen jagung meliputi serangkaian kegiatan pengupasan, pengeringan, sortasi, pemipilan, penyortiran dan penggolongan.

  1. Pengupasan

 Jagung hasil panen masih terbungkus klobot. Untuk itu, setelah dipanen, sebaiknya jagung segera dikupas dan dibersihkan dari rambut. Pengupasan ini bertujuan agar kadar air tongkol jagung menurun sehingga terhindar dari pertumbuhan jamur pada tongkol dan biji jagung yang baru dipanen. Selain itu, pengupasanpun dapat mempercepat proses pengeringan. Namun, ada pula petani yang mengupas jagung dengan menyisakan kelobotnya sebagai pengikat saat proses pengeringan. Untuk jagung masak mati sebagai bahan makanan, begitu selesai dipanen, kelobot segera dikupas.

  1. Pengeringan Tongkol Jagung

Prinsip pengeringan adalah mengeluarkan air dari bahan sampai tercapai kadar air yang aman untuk disimpan. Sementara tujuan utama pengeringan adalah untuk mencegah kerusakan.

Beberapa keuntungan melakukan pengeringan adalah meningkatkan daya simpan, mempertahankan viabilitas benih, menambah nilai ekonomis, memudahkan pengolahan lebih lanjut, serta memudahkan dan mengurangi biaya transportasi.

Berdasarkan sumber energinya, pengeringan pada jagung dapat dibedakan menjadi pengeringan alami dan pengeringan buatan.

A. Pengeringan alami Pengeringan alami

Pengeringan alami merupakan pengeringan yang dilakukan dengan bantuan sinar matahari (penjemuran).

Cara pengeringan ini cukup mudah dan biayanya murah. Namun, kendalanya adalah jika cuaca tidak memungkinkan maka proses pengeringan akan berlangsung tidak sempurna dan memerlukan waktu lama. Pengeringan pada musim hujan memakan waktu 7-14 hari dan pada musim kemarau antara 3-7 hari. Agar diperoleh hasil pengeringan yang baik, sebaiknya disediakan areal pengeringan yang cukup luas. Hal ini dikarenakan jagung yang akan dikekringkan tidak boleh ditumpuk. Teknis penjemuran dapat dilakukan pada lantai jemur, alas anyaman bambu, tikar, atau dengan cara digantung untuk tongkol yang masih ada kelobotnya. Pengeringan di lantai jemur sering menghasilkan biji retak.

Selain dengan cara dijemur di panas matahari, ada sebagian petani yang melakukan pengeringan denga cara diasap. Cara pengeringan ini biasanya dilakukan di para-para diatas dapur. Untuk mengeringkan jagung dalam jumlah banyak, cara pengeringan ini kurang efektif diterapkan, kecuali kalau sumber asapnya dibuat khusus seperti dari pembakaran sekam, tongkol jagung, kayu, atau bahan yang lain. Pengeringan tongkol jagung dilakukan hingga kadar air mencapai 17-20%. Pada kadar air ini, jagung mudah dipipil tanpa menimbulkan banyak kerusakan.

B. Pengeringan buatan

Pengeringan buatan adalah pengeringan yang dilakukan dengan bantuan alat mekanis. Penerapan cara ini untuk mengantisipasi kalau terjadi hari hujan terus menerus. Beberapa jenis alat pengering yang biasa digunakan adalah omprongan, alat pengering dengan aerasi, dan alat pengering tipe continuous. b. Sortasi Sortasi dilakukan untuk memisahkan tongkol jagung yang berukuran besar dengan yang kecil, berbiji rapat dengan jarang atau rusak, berwarna seragam putih atau kuning dengan yang tidak seragam, serta sudah masak dengan belum masak. Untuk memisahkan biji yang berukuran besar dan kecil dapat dilakukan setelah pemipilan.

  1. Pemipilan

Salah satu kegiatan yang kritis dalam penanganan pascapanen di tingkat petani adalah pemipilan karena kehilangan hasil pada tahap ini dapat mencapai 4%. Pemipilan merupakan kegiatan melepaskan biji dari tongkol, memisahkan tongkol, dan memisahkan kotoran dari jagung pipilan. Tujuannya adalah untuk menghindarkan kerusakan, menekan kehilangan, memudahkan pengangkutan, dan memudahkan pengolahan selanjutnya.

Oleh karenanya, sebaiknya pemipilan dilakukan pada saat yang tepat, yaitu saat kadar air jagung berkisar 17-20%. Penjemuran dalam bentuk pipilan memakan waktu 2-4 hari pada musim hujan dan 1-2 hari pada musim kemarau.

Pemipilan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara tradisional dan bantuan alat.

a. Pemipilan secara tradisional

Petani di pedesaan masih banyak memipil jagung secara tradisional, yaitu dengan menggunakan tangan. Dengan cara ini, kapasitas pipilnya hanya sekitar 10-2- kg/jam. Meskipun kapasitasnya kecil, namun cara pemipilan ini cukup efektif dalam memisahkan tongkol dengan kotoran lain. Selain itu, kerusakan yang ditimbulkan relative kecil. Selain dengan tangan, pemipilan tradisional yang lain adalah pemukulan jagung pada karung dengan tongkat. Kapasitas pipilan jagung pada cara ini dapat ditingkatkan, tetapi kerusakan mekanis yang ditimbulkan lebih besar. Kerugian lainnya adalah biji yang hilangpun meningkat karena banyak yang tertinggal pada tongkol.

b. Pemipilan dengan alat.

Pemipilan jagung dengan bantuan alat dapat dilakukan baik dengan alat sederhana maupun bermesin. Pemipilan dengan alat bermesin umumnya dilakukan petani dengan cara menyewa mesin pemipil jagung yang dioperasikan di lahan penanaman atau dirumah-rumah petani. Kapasitas pemipilan cara ini mencapai 1-2 ton/jam. Berbagai tipe alat pemipil yang tersedia di pasaran diantaranya Kikian, Pemipil tipe Sulawesi Utara, Pemipil Sederhana tipe silinder, pemipil tipe mungil, pemipil tipe ban, dll.

  1. Penyortiran dan Penggolongan

Setelah jagung terlepas dari tongkol, biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki, sehinggga tidak menurunkan kualitas jagung. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpilan.

Pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi, akan mendapatkan hasil yang baik. ——–

Yana M , SP

dari berbagai ssumber

Posted in Ilmu Pengetahuan | Leave a comment

PENANGGULANGAN HAMA ULAT GRAYAK PADA TANAMAN PADI

Ulat Grayak merupakan salah satu hama yang akhir-akhir ini banyak menyerang tanaman padi. Dahulu ulat ini sering disebut sebagai ulat tentara. Menyerangnya pada malam hari, sedangkan pada siang hari ulat ini bersembunyi dibawah tanaman padi atau di dalam tanah Selain menyerang tanaman padi ulat ini dapat pula menyerang tanaman lain seperti tanaman jagung, gandung dan tanaman sayur-sayuran.

Ada tiga jenis ulat grayak yaitu

  1. ULat Grayak Kelabu (Leucania unipuncta).

Ulat ini bertelur dalam kelompok yang terdiri dari 90-230 butir rata-rata 100 butir yang dilindungi oleh suatu substansi yang berwarna putih, diletakkan pada upih atau tangkai daun padi. lama stadium telur 7-9 hari. Larva berwarna kelabu dengan kepala coklat hitam, mempunyai enam instar, stadium larva 28 hari, kepompong umunya berada di dalam tanah dan stadium larvanya mencapai 29 hari atau rata-rata 16 hari. sehingga siklus hidup keseluruhan selama 30-36 hari

  1. ULat Grayak Coklat Hitam (Spodoptera maurita)

Ulat Grayak ini bertelur sebanyak 150-200 butir yang diletakkan berkelompok pada permukaan bawah daun padi atau rumput. Stadium telur 5-9 hari. Larva ulat ini berwarna coklat sampai coklat hitam dan pada punggungnya terdap[at tiga garis yang berwarna lebih muda mempunyai, tingkatan hidup atau instar sampai lima, Stadium larva selama 22 hari, kelompong diletakkan di bagian bawah, berwarna coklat gelap, stadium kepompong 10-14 hari. Sedangkan siklus keseluruhan antara 20 -31 hari.

  1. Ulat Grayak bergaris kuning (Laphygma exemta)

Pada ulat Grayak ini telur diletakkan pada permukaan daun padi, jumlah telur 150-200 butir yang diletakkan secara berkelompok. Lamanya stadium telur 2-3 hari, larva sampai instar enam lama stadium larvanya 11-12 hari. Pupa umumnya berada dalam tanah, lama stadium pupa 5-10 hari. Sehingga siklus hidup secara keseluruhan selama 20-30 hari.

Gejala Serangan

Gejala serangan ulat grayak Ulat grayak coklat hitam, biasanya menyerang pesemaian padi yang sudah tua, semula yang diserang hanya pada bagian pinggirnya saja, akan tetapi kemudian pada seluruh pesemaian akan diserangnya pula. Sedangkan ulat grayak kelabu biasanya menyerang tanaman padi di areal pertanaman. Tanaman padi yang diserang umumnya tanaman padi yang sudah tua, dengan memakan daun daunnya, tangkai daun putus bahkan tanaman padi muda bisa menjadi habis. Ulat Grayak bergaris kuning justeru yang dimakan atau yang diserang tanaman padi yang masih muda.

Selaian itu juga ulat ini dapat menyerang tanaman jagung, tebu, padi gogo dan tanaman palawija lainnya.

Cara mengatasi serangan ulat grayak :

  1. Secara fisik, yaitu dengan jalan mencari ulat-ulat tersebut kemudian ditangkap dan dibunuhnya. Hal ini dapat dilakukan apabila intensitas serangannya masih sangat ringan atau rendah
  2. Pada saat pertumbuhan pada fase vegetative, lakukan pengamatan di lapangan. apabila dalam pengamatan di dapatkan ulat grayak sebanyak 2 ekor untuk tiap meter persegi, maka pemberantasan dengan menggunakan insektisida harus segera dilakukan.

Dalam melakukan penyemprotan ini harus diperhatikan beberapa hal antara lain:

  1. Lakukan penyemprotan pada saat ulat grayak ini keluar dari tempat persembunyiannya yaitu pada waktu pagi hari atau sore hari.
  2. Ikuti petunjuk-petunjuk yang tertera pada label bungkus insektisida yang digunakan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengggunaannya.

Adapun insektisida yang dapat digunakan untuk pemberantasan ulat ngrayak ini antara lain; Agrothion 50 EC, Azodrin 15 WSC, Ambush 2 EC. Basudin 60 EC. Bayrusil 250 EC dan insektisida lainnya

Demikian cara penanggulangan atau mengatasi serangan hama ulat grayak pada tanaman padi semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi petani yang memerlukannya.

Yana M, SP

Posted in Ilmu Pengetahuan | 2 Comments